Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Negeri 1 Klaten terus memperkuat kompetensi praktis para murid melalui skema Project Based Learning (PjBL). Proyek terbaru yang dilaksanakan adalah “Instalasi Jaringan Fiber Optic (FO) di Ruang Kelas”, sebuah langkah nyata untuk mendukung digitalisasi pembelajaran di seluruh area sekolah.
Proyek ini melibatkan para murid kelas XI yang bertindak sebagai tim teknisi infrastruktur jaringan, mulai dari tahap perencanaan hingga aktivasi titik akses internet di tiap ruang kelas.
Menghadirkan Teknologi Industri ke Dalam Kelas
Dalam kegiatan PjBL ini, murid tidak sekadar melakukan simulasi di laboratorium, melainkan menangani instalasi sesungguhnya pada bangunan sekolah. Beberapa aspek kompetensi yang ditekankan meliputi:
-
Pemasangan Jalur Utama (Backbone): Menarik kabel FO dari ruang server pusat melewati jalur distribusi antar-gedung hingga masuk ke tiap deretan ruang kelas.
-
Splicing di Lapangan: Melakukan penyambungan serat optik menggunakan Fusion Splicer di titik-titik distribusi (ODP) dengan standar redaman yang sangat ketat agar koneksi tetap stabil.
-
Instalasi Titik Akses (Access Point): Memasang perangkat pemancar sinyal Wi-Fi di dalam kelas yang terhubung langsung melalui jalur kabel FO untuk menjamin kecepatan internet maksimal bagi kegiatan belajar mengajar.
Mendukung Pembelajaran Berbasis Digital
Dengan terpasangnya jaringan FO hingga ke dalam ruang kelas, hambatan koneksi internet saat pelaksanaan ujian berbasis komputer (CBT) maupun pembelajaran daring dapat diminimalisir. Infrastruktur hasil karya murid TJKT ini menjadi tulang punggung bagi akses materi digital yang lebih lancar.
“Melalui proyek instalasi di ruang kelas ini, murid belajar manajemen waktu dan tanggung jawab. Mereka harus memastikan pekerjaan selesai tepat waktu tanpa mengganggu aktivitas kelas lain, persis seperti tuntutan teknisi di dunia industri,” ujar instruktur produktif TJKT.
Karya Nyata untuk Sekolah
Keberhasilan proyek ini menunjukkan bahwa murid TJKT SMKN 1 Klaten telah memiliki standar keahlian yang mumpuni dalam menangani teknologi serat optik. Hasil kerja mereka kini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh rekan-rekan sesama murid dan Bapak/Ibu Guru dalam setiap proses pembelajaran harian.